Download Materi Matematika Diskrit : Relasi & Fungsi

Dalam kehidupan nyata, senantiasa ada hubungan (relasi) antara dua hal atau unsur-unsur dalam suatu kelompok. Misalkan, hubungan antara suatu urusan dengan nomor telepon, antara pegai dengan gajinya, dan lain-lain.

Pada bab ini, akan dibahas tentang hubungan antara dua himpunan tak kosong dengan suatu aturan pengkaitan tertentu. Pembahasan tersebut meliputi definisi relasi dan fungsi, operasi beserta sifat-sifatnya.

Download Matematika Diskrit Bab 2 , Relasi dan Fungsi

Silakan download materi matematika diskrit tentang relasi & fungsi berikut agar Anda bisa mempelajari lebih detail dan lengkap. Format file berupa pdf jadi pastikan komputer Anda sudah terinstal pdf reader.

Download Materi Matematika Diskrit

Jumpa lagi dengan gusblog.com , kali ini saya akan  membagikan kumpulan materi matematika diskrit. Apa itu matematika diskrit? Matemtika Diskrit merupakan cabang matematika yang mempelajari tentang obyek-obyek diskrit.

Diskrit itu sendiri adalah sejumlah berhingga elemen yang berbeda atau elemen-elemen yang tidak bersambungan. Dimana data diskrit merupakan data yang satuannya selalu bulat dalam bilangan asli, tidak berbentuk pecahan. Contoh dari data diskrit misalnya manusia, pohon, bola dan lain-lain.

Mengapa Belajar Matematika Diskrit?

Berikut ini adalah alasan mengapa kita harus mempelajari matematika diskrit.

1. Landasan berbagai bidang matematika: logika, teori bilangan, aljabar linier dan abstrak, kombinatorika, teori graf, teori peluang (diskrit).

2. Landasan ilmu komputer: struktur data, algoritma, teori database, bahasa formal, teori automata, teori compiler, sistem operasi, dan pengamanan komputer (computer security).

3. Mempelajari latar belakang matematis yang diperlukan untuk memecahkan masalah dalam riset operasi (optimasi diskrit), kimia, ilmu-ilmu teknik, biologi, telekomunikasi, dsb.

Nah maka dari itu, bagi yang sedang mempelajari Matematika Diskrit saya sarankan untuk mempelajari Materi ini juga. Silahkan download materi Matematika Diskrit pada link dibawah ini dari bab 1 sampai materi pelengkap.

BAB I HIMPUNAN
BAB II RELASI DAN FUNGSI
BAB III KOMBINATORIKA
BAB IV TEORI GRAF
BAB V POHON (TREE)
BAB VI PEWARNAAN GRAF
MATERI PELENGKAP

Silahkan dipelajari materi matematika diskrit tersebut, semoga bermanfaat.

4 Kompetensi Yang Harus Dimiliki Oleh Guru Profesional

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

Menurut Finch & Crunkilton, (1992: 220) Menyatakan “Kompetencies are those taks, skills, attitudes, values, and appreciation thet are deemed critical to successful employment”. Pernyataan ini mengandung makna bahwa kompetensi meliputi tugas, keterampilan, sikap, nilai, apresiasi diberikan dalam rangka keberhasilan hidup/penghasilan hidup. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas di lapangan kerja.

Kompetensi guru terkait dengan kewenangan melaksanakan tugasnya, dalam hal ini dalam menggunakan bidang studi sebagai bahan pembelajaran yang berperan sebagai alat pendidikan, dan kompetensi pedagogis yang berkaitan dengan fungsi guru dalam memperhatikan perilaku peserta didik belajar (Djohar, 2006 : 130).

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru adalah hasil dari penggabungan dari kemampuan-kemampuan yang banyak jenisnya, dapat berupa seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Menurut Suparlan (2008:93) menambahkan bahwa standar kompetensi guru dipilah ke dalam tiga komponen yang saling berkaitan, yaitu pengelolaan pembelajaran, pengembangan profesi, dan penguasaan akademik.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.
1) Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut;

  • Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
  • Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
  • Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
  • Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
  • Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya, memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.

2) Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru; dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
  • Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.
  • Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
  • Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
  • Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

3) Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut:

  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

4) Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut:

  • Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.

Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. Oleh karena itu, secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam; (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan; dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. Guru yang memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional

Download Ebook Pdf Aljabar Linier Howard By Anton

Aljabar linear merupakan salah satu bidang studi matematika yang mempelajari tentang sistem persamaan linear beserta solusinya, vektor, dan juga transformasi linear. Matriks dan operasinya juga merupakan hal yang berkaitan erat dengan bidang aljabar linear tersebut.

aljabar linier pdf

Download (PDF, 1.3MB)

Download Ebook Analisis Real Versi Bahasa Indonesia

Analisis riil atau Analisis Real adalah cabang dari analisis matematika yang membahas himpunan bilangan riil dan fungsi-fungsi dalam bilangan riil. Analisis riil dapat dianggap sebagai kalkulus yang lebih mendalam, dan juga pembahasan secara lebih mendalam mengenai konsep barisan dan limit, kekontinuan, turunan, integral, dan barisan dari fungsi-fungsi.

Untuk memahami lebih jauh kalian bisa download buku analisis real di blog ini. Silakan kalian pelajari setelah mendownload ebook analisis riil ini.

Berikut adalah link dowbload ebook analisis real bahasa indonesia berupa file pdf.

Download (PDF, 182KB)

Mirror link

Download ebook

 

Download Ebook Metoda Statistika, Prof. DR. Sudjana, M.A. M.Sc. PDF

Saya akan membagikan buku elektronik atau ebook Metoda Statistika, Prof. DR. Sudjana, M.A. M.Sc. . Ebook yang saya bagikan adalah berupa file pdf. Jadi pastikan komputer kamu sudah terinstal pdf reader.

Judul/Title: Metoda Statistika
Penulis/Author: Prof.DR. Sudjana, MA., M.Sc.
Penerbit/Publisher: Tarsito
Halaman/Pages: 508
Edisi/Edition: 2005
Bahasa/Language: Indonesia
Sampul/Cover: Paperback

Berikut ini link download ebook Metoda Statistika :

Macam-macam Majas Beserta Contoh Dan Penjelasannya

Majas adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis. Majas sering disebut juga gaya bahasa.

Majas sering digunakan dalam penulisan karya sastra, termasuk puisi dan prosa. Pada umumnya puisi dapat mempergunakan lebih banyak majas dibandingkan dengan prosa.

Jenis-jenis majas

Di sini dijelaskan ada 4 macam majas, yaitu: Majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertentangan.

Majas perbandingan

a. Alegori : Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.

Contoh:

Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

b. Alusio : Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.

Contoh:

Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.

c. Simile : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama, ibarat, dll.

Contoh:

Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

d. Metafora : Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.

Contoh:

Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri.

e. Antropomorfisme : Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

f. Antonomasia : Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.

g. Metonimia : Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh:

Karena sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru.(Rokok merek Djarum)

h. Hipokorisme : Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.

Contoh:

Lama Otok hanya memandangi ikatan bunga biji mata itu, yang membuat Otok kian terkesima.

i. Litotes : Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.

Contoh:

Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.

j. Hiperbola : Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.

Contoh:

Gedung-gedung perkantoran di kota-kota besar telah mencapai langit.

k. Personifikasi : Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.

Contoh:

Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku.

l. Depersonifikasi : Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.

Contoh:

Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.

m. Totem pro parte : Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.

Contoh:

Indonesia bertanding voli melawan Thailand.

n. Eufimisme : Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.

Contoh:

Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?

o. Disfemisme : Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.

Contoh:

Apa kabar, Roni? (Padahal, ia sedang bicara kepada bapaknya sendiri)

p. Fabel : Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.

Contoh:

Kucing itu berpikir keras, bagaimana cara terbaik untuk menyantap tikus di depannya.

q. Parabel : Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.

r. Perifrasa : Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.

s. Eponim : Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.

Contoh:

Kita bermain ke Ina. (Dalam hal ini, ‘Ina’ menjadi perwakilan dari lokasi ‘rumah milik Ina’.)

t. Simbolik : Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.

u. Asosiasi : perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.

Contoh:

Masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.

v. Sinestesia : Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.

Contoh:

Dengan telaten, Ibu mengendus setiap mangga dalam keranjang dan memilih yang berbau manis. (Bau: indera penciuman, Manis: indera pengecapan)

w. Pars pro toto : Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.

x. Aptronim : Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.

Majas sindiran

Ironi : Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.

Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.

Sarkasme : Sindiran langsung dan kasar.

Contoh : Kamu tidak dapat mengerjakan soal yang semudah ini? Dasar otak udang isi kepalamu!

Sinisme : Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).

Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?

Satire : Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.

Innuendo : Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

Majas penegasan

Apofasis : Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
Pleonasme : Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Contoh: Saya naik tangga ke atas.

Repetisi : Perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.

Contoh : Dia pasti akan datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini.

Pararima : Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
Aliterasi : Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.

Contoh: Dengar daku. Dadaku disapu.

Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yang sejajar.
Tautologi : Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
Sigmatisme : Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.

Contoh: Kutulis surat ini kala hujan gerimis. (Salah satu kutipan puisi W.S. Rendra)

Antanaklasis : Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.

Klimaks : Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.

Contoh: Baik rakyat kecil, kalangan menengah, maupun kalangan atas berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memenuhi hak suara mereka.

Antiklimaks : Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
Inversi : Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.

Contoh: Dikejar oleh Anna kupu-kupu itu dengan begitu gembira.

Retoris : Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
Elipsis : Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
Koreksio : Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
Polisindenton : Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
Asindeton : Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
Interupsi : Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
Eksklamasio : Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
Enumerasio : Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
Preterito : Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
Alonim : Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
Kolokasi : Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
Silepsis : Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
Zeugma : Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.

Contoh: Perlu saya ingatkan, Kakek saya itu peramah dan juga pemarah.

Majas pertentangan

Paradoks : Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
Anakronisme : Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.
Oksimoron : Paradoks dalam satu frasa.
Antitesis : Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.

Kode Bank ATM Bersama Seluruh Indonesia Lengkap

Meskipun sebagian besar kode dari bank sudah tertera di mesin ATM, namun tentu untuk mencarinya akan memakan waktu yang cukup lama mengingat jumlah bank yang begitu banyak.

Nah, ada baiknya Anda mengetahui syukur-syukur bisa menghafal daftar kode bank tersebut.

Berikut ini adalah daftar kode bank atm bersama, BCA, Mandiri, BNI, BRI dll.
Untuk memudahkan mencari kode bank, bisa gunakan tombol “CTRL+F” Lalu tulis kode bank yang anda cari.

Kode Bank ATM Bersama

 

Nomer Kode Bank Nama Bank
1 002 Bank Rakyat Indonesia/BRI
2 008 Bank MANDIRI
3 009 Bank Negara Indonesia/BNI
4 011 Bank DANAMON
5 013 Bank PERMATA
6 016 Bank Internasional Indonesia/BII
7 019 Bank PANIN
8 022 Bank CIMB NIAGA
9 023 Bank United Overseas Bank/UOB
10 028 Bank OCBC NISP
11 031 CITI Bank
12 041 Bank The Hongkong and Shanghai Banking Corporation/HSBC
13 046 Bank DBS
14 050 Bank Standard Chartered/STANCHRT
15 054 Bank CAPITAL
16 061 Australia and New Zealand Banking Group/ANZ
17 068 Bank Woori Indonesia/BWI
18 069 Bank Of China
19 087 Bank EKONOMI
20 089 RABO Bank
21 097 Bank MAYAPADA
22 110 Bank BJB
23 111 Bank DKI
24 112 BPD DIY
25 113 Bank JATENG
26 114 Bank JATIM
27 115 Bank JAMBI
28 116 BPD ACEH
29 117 BPD SUMUT
30 118 Bank NAGARI
31 119 Bank RIAU
32 120 Bank SUMSEL
33 121 Bank LAMPUNG
34 122 Bank KALSEL
35 123 Bank KALBAR
36 124 BPD KALTIM
37 125 Bank KALTENG
38 126 Bank SULSEL
39 127 Bank SULUT
40 128 Bank NTB
41 129 BPD BALI
42 130 Bank NTT
43 131 Bank MALUKU
44 132 BPD PAPUA
45 133 Bank BENGKULU
46 134 Bank SULTENG
47 135 Bank SULTRA
48 145 Bank Nusantara Parahyangan/BNP
49 146 Bank SWADESI
50 147 Bank MUAMALAT
51 151 Bank MESTIKA
52 153 SINARMAS
53 161 Bank GANESHA
54 167 Bank QNB Kesawan
55 200 Bank Tabungan Negara/BTN
56 212 Bank SAUDARA
57 213 Bank Tabungan Pensiun Negara/BTPN
58 422 Bank Rakyat Indonesia Syariah/BRIS
59 425 Bank Jawa Barat Syariah/JABARSYA
60 426 Bank MEGA
61 441 Bank BUKOPIN
62 451 Bank Syariah Mandiri/BSM
63 485 Bank Bumi Putera/BP
64 494 Bank AGRO
65 503 NOBU Bank
66 506 Bank Mega Syariah/BSM
67 513 Bank INA Perdana
68 535 Bank Kesejahteraan/BKE
69 542 Bank ARTOS
70 553 Bank MAYORA
71 555 Bank INDEX
72 558 Bank PUNDI
73 558 Bank PUNDI Indonesia
74 688 Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya/BPRKS
75 911 TCASH Telkomsel
76 950 Bank Commonwealth

 

Kode Bank Interkoneksi

 

Nomer Kode Bank Nama Bank
1 014 Bank Central Asia/BCA
2 036 Bank Windu Kentjana International
3 037 Bank Artha Graha
4 037 Bank Artha Graha
5 042 The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ
6 076 Bank Bumi Arta
7 088 Bank Antardaerah
8 157 Bank Maspion
9 472 Bank Jasa Jakarta
10 484 HANA Bank
11 498 Bank SBI Indonesia (Indomonex)
12 501 Bank Royal
13 523 Bank Sahabat Sampoerna
14 536 Bank BCA Syariah
15 559 Bank CNB
16 566 Bank Victoria International
17 567 Bank HARDA
18 770 Bank ALTOPAY
19 775 SGODPAY
20 945 Bank Agris
21 949 Bank Chinatrust Indonesia

Di posting oleh http://www.gusblog.com/

Arti Lambang Koperasi Di Indonesia

Lambang Koperasi Indonesia


Lambang gerakan koperasi Indonesia memiliki arti sebagai berikut :

1.Roda Bergigi menggambarkan upaya keras yang ditempuh secara terus menerus. Hanya orang yang pekerja keras yang bisa menjadi calon Anggota dengan memenuhi beberapa persyaratannya.

2.Rantai (di sebelah kiri): melambangkan ikatan kekeluargaan, persatuan dan persahabatan yang kokoh. Bahwa Anggota sebuah Koperasi adalah Pemilik Koperasi tersebut, maka semua Anggota menjadi bersahabat, bersatu dalam kekeluargaan, dan yang mengikat sesama Anggota adalah hukum yang dirancang sebagai Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi. Dengan bersama-sama bersepakat mentaati AD/ART, maka Padi dan Kapas akan mudah diperoleh.

3.Kapas dan Padi (di sebelah kanan): menggambarkan kemakmuran anggota koperasi secara khusus dan rakyat secara umum yang diusahakan oleh koperasi. Kapas sebagai bahan dasar sandang (pakaian), dan Padi sebagai bahan dasar pangan (makanan). Mayoritas sudah disebut makmur-sejahtera jika cukup sandang dan pangan.

4.Timbangan berarti keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. Biasanya menjadi simbol hukum. Semua Anggota koperasi harus adil dan seimbang antara “Rantai” dan “Padi-Kapas”, antara “Kewajiban” dan “Hak”. Dan yang menyeimbangkan itu adalah Bintang dalam Perisai.

5.Bintang dalam perisai yang dimaksud adalah Pancasila, merupakan landasan ideal koperasi. Bahwa Anggota Koperasi yang baik adalah yang mengindahkan nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan, yang mendengarkan suara hatinya. Perisai bisa berarti “tubuh”, dan Bintang bisa diartikan “Hati”.

6.Pohon beringin sebagai simbol kehidupan, sebagaimana pohon dalam Gunungan wayang yang dirancang oleh Sunan Kalijaga. Dahan pohon disebut kayu (dari bahasa Arab “Hayyu”/kehidupan). Timbangan dan Bintang dalam Perisai menjadi nilai hidup yang harus dijunjung tinggi

7.Koperasi Indonesia menandakan bahwa Koperasi yang dimaksud adalah koperasi rakyat Indonesia, bukan Koperasi negara lain. Tata-kelola dan tata-kuasa perkoperasian di luar negeri juga baik, namun sebagai Bangsa Indonesia harus punya tata-nilai sendiri.

8.Warna merah dan putih yang menjadi bacground logo menggambarkan sifat nasional Indonesia.

Prinsip-Prinsip Koperasi

Prinsip-prinsip Koperasi

Koperasi bekerja berdasarkan beberapa prinsip. Prinsip Koperasi merupakan pedoman bagi Koperasi dalam melaksanakan nilai-nilai Koperasi.

Keanggotaan sukarela dan terbuka. Koperasi adalah organisasi yang keanggotaannya bersifat sukarela, terbuka bagi semua orang yang bersedia menggunakan jasa-jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan, tanpa membedakan gender, latar belakang sosial, ras, politik, atau agama.

Pengawasan oleh anggota secara demokratis. Koperasi adalah organisasi demokratis yang diawasi oleh anggotanya, yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusaan laki-laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Dalam Koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu anggota satu suara) dikelola secara demokratis.

Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demoktaris. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal, diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU untuk beberapa atau semua dari tujuan seperti di bawah ini : a) Mengembangkan Koperasi. Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan. b) Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan transaksi mereka dengan koperasi. c) Mendukung keanggotaan lainnya yang disepakati dalam Rapat Anggota.

Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi otonom dan mandiri yang diawasi oleh anggotanya. Apabila Koperasi membuat perjanjian dengan pihak lain, termasuk pemerintah, atau memperoleh modal dari luar, maka hal itu haarus berdasarkan persyaratan yang tetap menjamin adanya upaya: a) Pengawasan yang demokratis dari anggotanya. b) Mempertahankan otonomi koperasi.

Pendidikan, pelatihan dan informasi. Koperasi memberikan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus, pengawas, manager, dan karyawan. Tujuannya, agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan Koperasi. Koperasi memberikan informasi kepada maasyarakat umum, khususnya orang-orang muda dan tokoh-tokoh masyaralat mengenai hakekat dan manfaat berkoperasi.

Kerjasamaa antar koperasi. Dengan bekerjasama pada tingkat lokal, regional dan internasional, maka: a) Gerakan Koperasi dapat melayani anggotanya dengan efektif. b) Dapat memperkuat gerakan Koperasi.

Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan melalui kebijakan yang diputuskan oleh Rapat Anggota.

Sementara itu Prinsip Koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian adalah:

  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
  • Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
  • Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
  • Kemandirian.
  • Pendidikan perkoperasian.
  • Kerja sama antar Koperasi.