Kliring Bank : Manfaat dan Keuntungan Kliring Bagi Bank dan Nasabah

Kliring


Dahulu kebiasaan setiap bank, ia melakukan pengiriman surat setiap hari. Dalam pengiriman surat tersebut setiap bank memiliki kurir masing – masing. Dan biasanya pengiriman surat tersebut di lakukan di pagi hari, dan pada sore hari bank yang menerima surat tersebut membalasnya dengan memberikan kepada kurir masing-masing.

Dengan kegiatan seperti itu, akan membutuhkan waktu yang lama dan dengan kegiatan mengirimkan surat melalui kurir masing-masing disetiap bank itu tidak efektif. Untuk mengefektifkan kegiatan tersebut, maka berdirilah sebuah lembaga keuangan sebagai perantara dari setiap bank A,B,C dan D. Lembaga tersebut sebut saja BI. Dengan adanya BI, akan mempermudah transaksi atau transfer antar bank yang berbeda, akan tetapi dalam proses transfer antar bank melalui perantara BI, BI membuat peraturan.

Peraturan itu ialah setiap bank harus membayar setoran atau menyimpan dananya kepada BI minimal 8% dari deposit. Kegiatan penyimpanan dana kepada BI tersebut disebut dengan RK pada BI. Dan proses kegaiatan transfer antar bank tersebut dinamakan dengan kliring. Dan surat-surat yang dikirim tersebut ialah warkat.

Kliring menurut Wikipedia adalah suatu istilah dalam dunia perbankan dan keuangan yang menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut, dan biasanya proses kliring ini dilakukan oleh bank yang berbeda.

Contoh proses kliring


Gambar diatas menunjukkan proses kriring yang terjadi antar Bank Widi dengan Bank Yosi yang berada di wilayah yang sama. Contohnya, Didi yang merupakan seorang eksportir ingin menjalin kerja sama dengan Sri yang merupakan pengusaha tekstil yang terkenal. Pada suatu hari Didi membeli tekstil kepada Sri yang akan ia kirim ke Malaysia. Dan Didi mengeluarkan secarik cek yang bernilai Rp. 50.000.000,- yang akan ia gunakan untuk membayar kepada Sri. Dan Sri pun ingin mencairkan cek tersebut ke tabungannya di bank tempat ia menyimapan tabungannya (Bank Yosi), maka terjadilah proses kliring antara Bank widi dengan Bank Yosi.

Kemudian bank Yosi menagih uang kepada Bank Widi atas cek yang telah dikeluarkan oleh nasabahnya (Didi). Proses penagihan tersebut melalui perantara Bank BI, dengan mengeluarkan Nota Debet Keluar kepada Bank BI yang dilakukan oelh Bank Yosi untuk meminta cek tersebut. Maka Bank BI pun mencatatnya dengan RK Bank Widi (-) di posisi debet pada RK Bank Yosi di posisi kredit. Dan bank Yosi pun mengakuinya dengan RKBI (debet) pada Tabungan Sri (kredit). Dan Bank Widi pun mengakuinya dengan Giro Didi (Debet) pada RKBI (kredit).

Kegiatan Kerja sama antara Didi dengan Sri berjalan dengan baik, maka dari itu Didi ingin memberikan hadiah berupa sejumlah cek yang bernilai Rp. 20.000.000,- untuk Sri. Maka Bank Widi pun meminta kepada Bank BI agar mentransferkan ke tabungan Sri yang berada di Bank Yosi. Maka Bank Widi pun mengeluarkan Nota kredit Keluar kepada Bank BI dan kemudian Bank BI pun mengeluarkan Nota Kredit masuk yang di tunjukkan kepada Bank Yosi. Dari itu, Bank Widi pun mencatat Tabungan Didi di posisi debet dan RKBI di posisi kredit. Sedangkan Bank Yosi pun mencatat RKBI diposisi debet dan Tabungan Sri.

Dalam proses kliring tersebut, bisa juga akan terjadi penolakan atas kliring tersebut, dikarenakan saldo tidak cukup, tanda tangan yang tidak cocok, ataupun cek yang diberikan rusak. Seperti contoh, saldo giro milik didi yang berada di Bank Widi ternyata hanya ada Rp. 10.000.000,- namun cek yang telah di keluarkan tadi berisi Rp 50.000.000. dengan terjadinya kejadian tersebut, maka Bank Widi pun mengirimkan surat kembali kepada BI dan BI pun mengirimkan kembali kepada Bank Yosi. Nama surat yang dikirimkan tersebut ialah penolakan kliring. Maka saldo bank widi pun tidak jadi berkurang dan saldo bank yosi pun tidak jadi bertambah.

Berikut ini adalah gambaran singkat yang dapat diambil dari apa yang telah dijelaskan di atas:

Contoh :
Misalkan Deposito sebuah Bank X sebesar 100 juta, artinya Bank X wajib medepositokan ke Bank BI minimal 8% , jadi Bank X harus menyimpannya di BI sebesar Rp. 8.000.000. Akan tetapi Bank X tidak ingin menyimpan sebesar 8.000.000, Bank X ingin menyimpan KLBI sebesar 10.000.000 maka akan ada ER/ excess reserved sebesar 2.000.000. bank melakukan penyimpanan uyang lebih dari proporsi yang telah ditentukan ialah 8% untuk melakukan penjagaan apabila ia kalah kliring. Dan misalnya ketika bank tersebut kalah kliring sebesar 4.000.000 , akan tetapi bank tersebut masih mempunyai simpanan di BI sebesar 10.000.000 , maka uang Bank X yang tersisa di BI saat ini ialah tinggal 6.000.000 , akan tetapi dalam peraturan yang telah di tentukan bahwa bank harus mendepositokan minimal 8% (8.000.000) . Hal ini berarti bahwa Bank X masih kurang sebesar 2.000.000. Akan tetapi, untuk menutupi kekurangan tersebut bank X tidak bisa melakukan penyetoran kepada Bank BI karena peraturan penyetoran yang dilakukan Bank kepada Bank BI hanaya dapat di lakukan setelah 10 hari atau 2 minggu kemudian dari penyetoran terakhir. Maka dari itu, bank x harus meminjam uang kepada bank lain . injaman ke bank lain ini di sebut dengan Call Money.

Dalam melakukan pinjaman kepada biasa itu disebut dengan pa = per antum (per tahun), jadi jumlah bunga yang harus di bayarkan aatu dibebankan kepada orang yang meminjam dana tersebut, di bebankan pertahun. Akan tetapi, kalo melalui call money, bank tersebut harus membayar bunga setiap malamnya atau biasa disebut dengan over night. Seperti contoh, biasanya kita meminjam uang akan dikenakan bunga, misalnya 10% berati bunga yang harus kita bayarkan dalam kurun waktu setahun adalah sebayak 10%. Akan tetapi, bila call money, biaya yang dibebankan akan terus bertambah setiap malamnya. Berarti bila meminjam dengan cara call money, semalam bunga kita akan terus bertambah sebesar 10%.

Gambar diatas merupakan salah satu contoh kegiatan kliring yang berbeda daerah, dalam proses kegiatan kliring yang berbeda daerah. Maka ada dua cara untuk mengirim atau ubtuk dapat bisa melakukan proses kliring tersebut. Misalnya nasabah Bank Widi (Didi) ingiin mengirimkan uang kepada temanm bisnisnya (Lusi) yang berada di Wamena. Akan tetapi, Didi tidak menggunakan Bank yang sama dalam menyimpan tabungannya. Lusi menggunakan Bank BRI.

Proses kliring ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu yang pertama Bank Widi jakarta melakukan transfer kepada bank widi wamena, yang merupakan satu kantor, hal ini disebut jugan dengan transfer antar kantor. Dan bank widi jakarta pun melakukan pencatatan Tabungan didi (-) di posisi debet dan RAK “Rekening antar “ (+) di posisi kredit. Selanjutnya bank widi wamena melakukan transaksi dengan bank BI wamena dengan menjurnal akun RAK (D) dan RKBI (K). Kemudian Bank BI wamenapun mentransfer ke BRI wamena, dan mencatat jurnalnya RKBI Widi (D) pada RKBI BRI (K), dan bank BRI wamena mencatat jurnalnya RKBI (D) pada Tabungan didi (K).

Dan cara kedua ialah dengan cara Bank widi melakukan transfer kepada BI Jakarta dengan menjurnal Tabungan didi (d) pada RKBI (k). kemudian bank BI jakarta melakukan transfer kepada BRI jakarta. Setelah bank BI Jakarta melakukan transfer ke BRI Jakarta baru BRI Jakarta melakukan transfer antar kantor kepada BRI Wamena dengan menjurnal Tabungan didi (-) di debet pada rekening antar bank di kredit.

Dari Mana Bank Mendapatkan Keuntungan ?

Dari mana bank mendapatkan Uang?? dengan kata lain, dari mana bank memperoleh keuntungan ?


Sebuah bank adalah lembaga keuangan yang memperoleh dana dari masyarakat yang mempunyai uang lebih (surplus), untuk di berikan kepada masyarakat yang membutuhkan atau kekurangan dana (deficit). Hal ini pun dapat disebut juga dengan Source of fund dan Use of Fund. Source of fund dapat kita artikan sebagai dari mana bank mendapatkan atau memperoleh dana.

Sebuah bank memperoleh dana dari masyarakat yang memiliki dana yang lebih, baik berupa deposit, securities ataupun capital.
Seperti gambr di atas, bank memperoleh dana dari masyarakat melalui deposit , deposit dapat berupa tabungan, giro ataupun deposito (time deposit). Dalam hal ini masyarakat yang menaruh uang mereka di bank, mereka akan mendapatkan bunga yang telah ditetapkan dalam bank tersebut.

Dan bank tersebut pun berkewajiban untuk membayar bunga kepada masyarakat yang telah mendepositokan uang mereka ke bank tersebut. Bunga yang harus bank keluarkan dalam deposit dapat disimbolkan dengan i1. Deposit dikenal sebagai dana masyarakat, dan deposit ini merupakan sumber dana yang paling besar yang bank dapatkan. Sumber dana masyakarat ini pun sering juga disebut sebagai dana pihak ketiga.

Selain dari deposit, bank pun memperoleh dana dari securieties. Dari securieties ini bank dapat memperoleh dana yang di dapat dari penjualan obligasi, pinjaman dari BI (kredit likuiditas BI) ataupun pinjaman holding, dari penjualan obligasi dan pinjaman tersebut Bank harus membayarkan bunga yang telah di tentukan sebelumnya. Bunga yang harus bank bayarkan tersebut dapat disimbolkan dengan i2.

Selain deposit dan securities bank pun mendapatkan dana untuk diberikan pinjaman kepada nasabahnya, bank tersebut dapat menjual sahamnya.

Hasil menjual sahamnya tersebut bank harus memberikan bunga atas penjualan sahamnya tersebut kepada pembeli saham. Atau dengan kata lain bank harus memberikan deviden kepada pembeli saham tersebut. Dan deviden yang harus bank tersebut bayarkan dapat kita seimbolkan sebagai i3.

* Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis.

Setelah bank mendapatkan dana, bank pun harus membayarkan bunga – bunga kepada nasabah dan memberikan deviden atas penjualan saham bank tersebut. Untuk membayarkan bunga – bunga tersebut, bank pun memperoleh dana dari para nasabah yang meminjam uang di bank tersebut.

Untuk memperoleh keuntungan, bunga yang bank terima dari para nasabah yang meminjam uang di bank tersebut akan lebih besar dari apa yang ia harus keluarkan untuk membayar bunga kepada nasabah yang telah mendepositokan uangnya di bank tersebut. Hal ini pun dapat disebut juga dengan use of fund.
Use of fund dapat juga diartikan sebagai apa saja yang bank tersebut kepada nasanah – nasabahnya ?

Bank yang kita kenal sebagai perantara keuangan (financial intermediary) yaitu menerima simpanan dari masyarakat (deposit) dan kembali meyalurkannya kepada masyarakat yang deficit. Dan karena Bank sebagai Lembaga Keuangan maka dalam sisi Liabilities (Passiva) Bank tidak pernah di atur dan tidak pernah ada regulasi. Akan tetapi yang dilakukan regulasinya ialah di sisi asset. Dalam menyalurkan dananya , sebuah Bank dapat memberikan kepada masyarakat berupa Cash Reserves, LOAN / Kredit, securities, atau pun other asset.

Bank menyalurkan dana melalui cash reserve, dalam hal ini sebuah Bank menyalurkan dananya tersebut berupa kas ataupun berupa RKBI (Rekening Koran BI). Dalam menyalurkan dananya melalaui kas, bank tersebut bebas mengeluarkan kasnya sesuai dengan historical bank itu sendiri. Akan tetapi, dalam kegiatan RKBI, sebuah Bank mengeluarkan dana sejumlah 8% dari total deposit. Hal ini berfungsi untuk mengetahui seberapa likuidnya sebuah bank tersebut.

Bila sebuah Bank mendepositkan dananya kurang dari 8%, maka Bank tersebut harus di likuidasi . Hal ini pun dapat disebut juga dengan aturan LRR (Legal Reserves Requairement). LRR (Legal Reserves Requairement) ialah ketentuan bagi setiap bank umum untuk menyisihkan sebagian dari dana pihak ketiga yang berhasil dihimpunnya dalam bentuk giro wajib minimum berupa rekening giro bank yang bersangkutan pada bank Indonesia. Fungi yang kedua dari RKBI ialah untuk melakukan transaksi kliring.

Peraturan yang kedua, ialah LDR ( Loan to Deposit Ratio ). Dalam peraturan ini setiap bank bisa menyalurkan LOAN maksimal sebesar 110%. hal ini dapat berarti bila LOANnya 110, depositnya 100 maka capitalnya harus 10.

LDR ini memiliki arti bahwa setiap bank dapat menyangkut pada Prodent Bank, Likuidasi ataupun Multiplayer. Prodent Bank ini berarti kepercayaan, dan kepercayaan ini merupakan esensi dari kehati-hatian. Artinya setiap bank meyalurkan pinjaman, bank tersebut harus melibatkan modalnya sebesar 10%.

Hal ini pun dapat kita disimpulkan bahwa pinjaman yang bank berikan harus melibatkan capital. Dalam prodent Bank ini, akan menyangkut sebuah kolektibilitas kredit. Artinya ialah dalam melakukan penyaluran dana, ketika nasabah tersebut tidak bisa menyalurkan dana yang ia pinjam dari bank tersebut maka bank akan menanggung resiko atas kerugian tersebut.

Koleksibilitas ialah klancaran pinjaman membayar angsuran. Bank pun berperan sebagai Multiplayer (penggada nilai dari uang), yang semula 100 juta. Bank tersebut dapat meyalurkan dana hingga 110 juta, 10 jutannya berasal dari modal. Sehingga bank harus mempunyai modal yang cukup dalam menyalurkan kredit.

Yang ketiga ialah, CAR (Capital Adequate Ratio). Dalam CAR ini, bank harus menyisihkan modalnya minimal 20%. Dan dalam melakukan kredit, sebuah bank tak hanya memperhatikan modalnya. Tetapi bank tersebut pun harus memperhatikan CAR. Dalam meyalurkan dananya bank justru malah akan mempunyai resiko yang tinggi.

Hal ini dapat di contohkan, bila sebuah bank menyalurkan dananya sebesar 100 juta dan bank akan menanggung resiko 80% yang berarti bahwa ketika bank menyalurkan dananya bank berisiko bahwa uang yang ia salurkan tidak akan kembali sebesar 80% (80.00.000). Hal ini pun biasa di sebut dengan ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Resiko). Maka dari itu setiap bank harus mempunyai modal minimal 20%.

Lembaga Keuangan: Pengertian Dan Macam-macam Lembaga Keuangan (Bank & Non Bank)

Pengertian dan Macam-Macam Lembaga Keuangan Beserta Penjelasannya

Lembaga keuangan adalah suatu badan yang bergerak dibidang keuangan untuk menyediakan jasa bagi nasabah atau masyarakat. Lembaga Keuangan memiliki fungsi utama ialah sebagai lembaga yang dapat menghimpun dana nasabah atau masyarakat ataupun sebagai lembaga yang menyalurkan dana pinjaman untuk nasabah atau masyarakat.

Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank (Non Bank).

1. Lembaga Keuangan Bank

  • Bank Sentral
  • Bank Umum
  • BPR

2.Lembaga Keuangan Bukan Bank

  • Pasar Modal
  • Pasar Uang dan Valas
  • Koperasi Simpan Pinjam
  • Anjak Piutang
  • Modal Ventura
  • Dana Pensiun
  • Pengadaian
  • Leasing
  • Asuransi, Dll

Penjelasan !

BPR (Bank Perkerditan Rakyat)

Bank pengkreditan rakyat merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil dikecamatan dan pedesaan. BPR ini berasal dari bank desa, bank pasar, lumbung desa, bank pegawai, dan bank lainnya yang kemudian dilebur menjadi BPR. Jenis produk yang ditawarkan oleh BPR relatif sempit jika dibandingkan dengan bank umum, bahkan ada beberapa jenis jasa bank yang tidak boleh diselenggarakan oleh BPR, seperti giro dan ikut kliring.

Bank Umum

Bank umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga-lembaga lainnya. Bank umum juga dikenal dengan bank komersial dan dikelompokan kedalalm 2 jenis yaitu bank umum devisa dan bank umum non devisa. Bank umum yang berstatus devisa memiliki produk yang lebih luas daripada bank non devisa, antara lain dapat melaksanakan jasa yang berhubungan dengan seluruh mata uang asing atau jasa bank ke luar negeri.

Bank Sentral

Di Indonesia Bank Indonesia yang mempunyai peran sebagai Bank Sentral. Bank sentral memiliki tanggung jawab terhadap setiap kebijakan moneter yang diberlakukan oleh setiap negara yang memiliki lembaga ini. Dibandingkan dengan perbankan lainnya maka bank sentral tidak memiliki kepentingan profit dalam menjalankan tugasnya karena bank sentral memiliki tugas sebagai penjaga kebijakan moneter dari pemerintahan yang sangat berbeda jelas dengan bank bank konvensional di setiap negara. Tugas dari bank sentral yang utama yaitu menjaga kestabilan dari nilai kurs dalam negeri dalam hal ini kurs mata uang dari suatu negara, menjaga kestabilan bisnis perbankan dan juga sistem perekonomian negara secara menyeluruh sehingga bank sentral menjadi lembaga yang penting dari suatu negara.

Pasar Uang

Pasar uang (money Market) sama halnya dengan pasar modal, yaitu pasar tempat memperoleh dana dan investasi dana. Hanya bedanya modal yang ditawarkan dipasar uang adalah berjangka waktu pendek. Dipasar ini transaksi lebih banyak dilakukan dengan mengunakakn media elektronika, sehingan nasabah tidak perlu datang secara langsung.

Pasar Modal

Pasar Modal pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara pencari dana (emiten) dengan para penanam modal (Investor). Dalam pasar modal yang diperjualbelikan adalah efek-efek seperti saham dan obligasi (modal jangka panjang)

Koperasi simpan pinjam

Koperasi simpan pinjam membuka usaha bagi para anggotanya untuk menyimpan uang yang sementara belum digunakan. Oleh petugas koperasi uang tersebut dipinjamkan kembali kepada para anggota yang membutuhkanya.

Perusahaan pegadaian

Perusahaan pegadaian merupakan lembaga keuangan yang menyediakan pasilitas pinjaman dengan fasilitas jaminan tertentu. Nilai jaminan menentukan besarnya nilai pinjaman. Sementara ini usaha pengadaian ini secara resmi masih dilakukan oleh pemerintah.

Anjak piutang

Anjak piutang (factoring) dimana usahanya adalah mengambil alih pembayaran kredit suatu perusahaan dengan cara membeli kredit bermasalah perusahaan lain. Atau dapat pulah mengelola penjualan kredit perusahaan yang memerlukanya.

Perusahaan modal ventur

Perusahaan modal ventura merupakan pembiayaan oleh perusahaan-perusahaan yang usahanya mengandung resiko tinggi. Perusahaan yang memberikan pembiayaan berupa kredit tanpa ada jaminan.

Leasing

Perusahaan sewa guna (leasing) bidang usahanya lebih ditekankan kepada pembiayaan barang-barang modal yang diinginkan oleh nasabah. Sebagai contoh: jika seseorang ingin memperoleh barang barang-barang modal secara kredit maka kebutuhan ini pembayaranya dapat ditutupi oleh perusahaan lasing. Pembayaran oleh nasabah diangsur sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Asuransi

Perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertanggungan. Setiap nasabah diberikan polis asuransi yang harus dibayar sesuai dengan perjanjian dan perusahaan asuransi akan menanggung kerugian dengan menggantikanya apabila nasabahnya terkena musibahatau terkena resiko seperti yang telah diperjanjikanya.

Dana Pensiun

Dana Pensiun merupakan perusahaan yang kegiatanya mengelola dana pensiun suatu perusahaan pemberi kerja arau perusahaan itu sendiri.

Web Browser : Pengertian, Cara Kerja Dan Contohnya

PERTANYAAN : Apa yang dimaksud dengan web browser, Jelaskan cara kerja web browser dan sebutkan beberapa contoh web browser?

Pertanyaan di atas jawabannya adalah sebagai berikut:

Pengertian Web Browser

Web Browser adalah suatu program yang digunakan untuk menjelajahi dunia Internet atau untuk mencari informasi tentang suatu halaman web yang tersimpan di komputer.

Cara kerja web browser

Pada saat kita mengetikkan sesuatu alamat pada browser maka data akan dilewatkan oleh suatu protocol HTTP melewati port 80 pada server.perintah yang kita ketik tadi akan di proses ke dalam mesin pencari. Alamat ini adalah URL dari suatu situs yang mempunyai alamat yang unik di Internet. Web Browser akan mengirimkan suatu aturan yang telah disepakati sebelumnyua, aturan ini biasa disebut sebagai protocol, stadar protocol menggunakan TCP/IP, proses ini dimulai dengan melakukan 3 way handshakes antara sumber dan tujuan.

A. Browser Mengambil Page

Suatu browser mengambil sebuah web page dari server dengan sebuah request. Sebuah request adalah sebuah request HTTP standart yang berisi sebuah page address. Sebuah page address terlihat seperti ini : http://www.gusblog.com/pengertian-web-browser/

B. Browser Menampilkan Page

Seluruh web page berisi instruksi-instruksi bagaimana untuk ditampilkan. Browser menampilkan page dengan membaca instruksi-instruksi ini. Instruksi yang paling umum untuk menampilkan disebut dengan tag HTML. Tag HTML contohnya adalah : <p> Ini adalah paragraf </p>

C. Server Web

Server web adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen web, komputer ini akan melayani permintaan dokumen web dari kliennya.

Browser web seperti Explorer atau Navigator berkomunikasi melalui jaringan (termasuk jaringan internet) dengan server web, menggunakan HTTP. Browser akan mengirimkan request kepada server untuk meminta dokumen tertentu atau layanan lain yang disediakan oleh server. Server memberikan dokumen atau layanannya jika tersedia juga dengan menggunakan protokol HTTP.

Contoh web browser

Mozilla firefox

Web browser ini dibuat oleh Mozilla corporation. Firefox merupakan web open source yang dibuat dengan Gecko layout engine. Firefox didukung dengan sejumlah Add-ons yang dapat kita install secara terpisah yang memungkinkan pengguna melakukan sesuai dengan Add-ons tersebut.

Google chrome

Web browser ini dikembangkan oleh google yang menggunakan WebKit layout engine and application framework. Pertama kali diluncurkan pada 2 September 2008 sebagai versi beta untuk Microsoft Windows.

Internet explorer

Web browser ini biasa dikenal dengan nama pendek IE . Tahun 1995 IE dikategorikan sebagai default software pada saat instalasi system operasi windows.

Opera

Web browser yang dikembangkan oleh Opera Software Company. Opera mempunyai Opera Widgets yaitu sebuah aplikasi kecil yang dijalankan bersamaan dengan opera yang mempunyai kegunaan tertentu seperti pada firefox yaitu Add-ons.

Safari

Web browser ini dikembangkan oleh perusahaan Apple yang pertama kali diluncurkan pada 7 Januari 2003.

Search Engine: Pengertian Dan Contohnya

Pengertian Search Engine

Search engine adalah Aplikasi yang disediakan oleh lembaga komersial tertentu yang menyediakan jasa di bidang internet. Saat kita ingin mencari suatu informasi kita pasti mengunjungi search engine.

Search Engine atau situs mesin pencari yang paling dikenal saat ini adalah Google. Tapi selain itu masih banyak lagi search engine yang ada di dunia. Di bawah ini beberapa macam search engine yang sering digunakan oleh pemakai.

Contoh-Contoh Search Engine

Google

Alamat Website: https://www.google.com — Selain pencarian web, Google juga menyediakan jasa pencarian gambar, pencarian berita serta pencarian pada arsip USENET (newsgroup), serta direktori, seperti Yahoo! Kelemahannya terletak pada tidak tersedianya pencarian file, video, dan audio. Keunggulan Google terutama adalah pada pencarian teks, terutama dari algoritma PageRank, database-nya yang besar serta banyaknya jenis file yang diindeksnya.

* Kelebihan

1. Kecepatan dan kemudahan dalam mencari.
2. lebih canggih dengan fitur yang dimilikinya.
3. Tampilan yang sederhana.
4. Google merupakan satu-satunya mesin pencari yang memilki cache. Dengan adanya cache ini, si pencari dapat menghemat waktu pencarian, karena hasil pencarian yang akan ditampilkan.
5. Dapat mencari segala informasi seperti gambar, berita artikel, hiburan dll.

* Kekurangan

1. Dengan kelebihan yang dimilikinya, ternyata mesin pencari ini jadi bidikan para spamer untuk menampilkan iklan-iklan yang tidak diperlukan. Mereka memanfaatkan setiap celah yang ada pada sistem algoritma Google untuk memaksa iklan mereka tampil pada halaman terdepan. Maka, pencarian pun terasa tergangggu.

Yahoo!

Alamat Website: http://www.yahoo.com — Salah satu portal terbesar di Internet, selain google., dan juga salah satu mesin pencaru tertua. Halaman utamanya sendiri tidak terlalu ramah untuk pencarian, tetapi Yahoo! menyediakan search.yahoo.com untuk itu. Yahoo! menggunakan jasa Google untuk mencari informasi di web, ditambah dengan informasi dari databasenya sendiri. Kelebihan Yahoo! adalah direktorinya. Yahoo! juga menyediakan pencarian yellow pages dan peta, yang masih terbatas pada Amerika Serikat. Yahoo juga menyediakan pencarian gambar. berikut ini kelebihan dan kekurangannya yang lebih jelas :

* Kelebihan:

1. carta surat menyurat modern untuk membuat orang menjadi lebih maju
2. salah satu web yang menyediakan layanan fasilitas gratis
3. salah satunyapun yang anda bilang, bila di refresh cepat
4. banyak fasilitas yang disediakan, seperti: Y!A Y!A Y! mail Y! 360 dan lain2
5. sudah ada di banyak negara

* Kekurangan:

1. Satu id yahoo hanya untuk yahoo, tak bisa untuk produk windows, seperti IM dan msn
2. Teralu mudah untuk membuat id, sehingga kadang-kadang disalah gunakan
3. Fitur Y!M msh sangat kalah jauh dengan IM keluaran windows
4. Skin untuk Y!M msh sangatlah simple, tak seperti IM yang ada cukup banyak

MSN

Alamat Website: http://search.msn.com  — Mesin pencari dari Microsoft Network ini menawarkan pencarian baik dengan kata kunci maupun dari direktori. Pemakai Internet Explorer kemungkinan besar sudah pernah menggunakan mesin pencari ini. Situs Searchenginewatch mencatat MSN sebagai mesin pencari ketiga populer setelah Google dan Yahoo! Tak ada pencarian image, atau news. Menyediakan pencarian peta, yellow pages, white pages, pencarian pekerjaan, rumah.

* Kelebihan

1. mampu mencari video, musik, gambar, dan beragam format file spesial.

* Kekurangan

1. pencarian. Dibutuhkan waktu yang lama sampai hasil ditampilkan di halaman MSN.
2. Pengguna juga sulit membedakan antara iklan dan bukan iklan pada halaman pencariannya. Penampilan iklan hanya dibedakan dari hasil asli melalui sebuah titik di depannya.

Lycos

Alamat website http://www.lycos.com — Salah satu mesin pencari tertua. Saat ini Lycos lebih dikenal sebagai portal, sehingga fungsi pencarinya tidak terlalu menonjol. Lycos, selain mendukung pencarian web, juga menyediakan pencarian file MP3, dan video pada http://multimedia.lycos.com.

* Kelebihan

1. Lycos mampu mencari data dengan cepat dan ini merupakan kelebihannya.
2. Dalam hal pencarian cepat.
3. Lycos menyediakan fungsi “Fun Search” yang lebih diperuntukkan bagi kalangan remaja. Ini sangat membantu bagi kalangan yang membutuhkan gosip dan lagu terbaru dari para selebritis pujaan.
4. Lycos juga menampilkan 50 pencarian terbesar di halaman depannya.

* Kekurangan
1. Untuk mencari berita-berita aktualnya, pengguna harus masuk ke bagian site map karena berita-berita tersebut tidak ditampilkan di halaman depan.
2. Sering tidak spesifik karena datanya kebanyakan masih mengambil data dari mesin pencari Alltheweb yang tergolong paling lamban dalam pencarian data
2. Sering tidak spesifik karena datanya kebanyakan masih mengambil data dari mesin pencari Alltheweb yang tergolong paling lamban dalam pencarian data

AltaVista

Alamat : http://www.altavista.com — Satu saat, AltaVista pernah menjadi mesin pencari terbesar. Saat ini, selain Alltheweb, Altavista juga menawarkan pencarian audio dan video. Keunggulan AltaVista adalah pilihan pencarian yang paling lengkap di antara semua mesin pencari.

* Kelebihan

1. keunggulan dalam hal pencarian halaman web, video, gambar, MP3, dan file audio lainnya. Dalam pencarian berita pun Altavista mampu mencari berita teraktual.
2. Altavista mampu menetapkan berapa umur maksimal yang akan ditampilkan.

* Kekurangan

1. Dalam hal pencarian data yang kurang bagus. Sering kali mesin pencari ini menampilkan hasil yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan tema yang dicari.

AskJeeves

Alamat website : http://www.ask.comSitus mesin pencari yang satu ini mengunggulkan kemampuannya untuk memahami bahasa manusia. Pengguna bisa menggunakan kalimat lengkap, bukan kata kunci. Situs ini berguna untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan(misal: when did world war II end?)

* Kelebihan

1. Keunggulan utamanya adalah ia akan mencari situs penyedia jawaban untuk pertanyaan anda.

Shalat Tahiyatul Masjid: Pengertian, Niat, Keutamaan dan Cara Shalat Tahiyatul Masjid

SHALAT TAHIYATUL MASJID

Ketika seseorang memasuki masjid, janganlah ia duduk sehingga melaksanakan shalat dua rakaat yang disebut dengan tahiyatul masjid.

Secara bahasa tahiyatul masjid berarti menghormati masjid. Sedangkan ‎menurut istilah shalat tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat yang dilaksanakan sesaat setelah ‎kita memasuki masjid. ‎

Hukum shalat tahiyatul masid adalah sunnah. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW bersabda :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
“Jika salah seorang kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum mengerjakan shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tahiyatul Masjid

Tata cara pelaksanaan shalat tahiyatul masjid adalah sebagai berikut :‎

– Jumlah rakaatnya hanya 2 rakaat.‎
– Dilaksanakan secara munfarid (sendirian).‎
– Waktunya setiap saat memasuki masjid, baik untuk melaksanakan shalat ‎fardu maupun ketika akan beri’tikaf.‎
– Urutannya secara garis besarnya :

1. Berniat shalat Tahiyatul Masjid, contoh lafadznya :‎

أُصَلِّي سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالى

‎“Saya berniat shalat tahiyat masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala.”‎

‎2.‎ Takbiratul ihram

‎3.‎ Shalat dua rakaat seperti biasa.‎

‎4.‎ Salam.‎

Keutamaan shalat tahiyatul masjid

Tujuan dari pelaksanaan shalat dua rakaat ini adalah untuk menghormati masjid. Karena masjid memiliki kehormatan dan kedudukan mulia yang harus dijaga oleh orang yang memasukinya. Yaitu dengan tidak duduk sehingga melaksanakan shalat tahiyatul masjid ini. Karena pentingnya shalat ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap memerintahkan seorang sahabatnya – Sulaik al-Ghaathafani – yang langsung duduk shalat memasuki masjid untuk mendengarkan khutbah dari lisannya. Ya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak membiarkannya duduk walaupun untuk mendengarkan khutbah dari lisannya, maka selayaknya kita memperhatikan shalat ini.

Begitu juga Jabir radhiyallahu ‘anhu, saat ia datang ke masjid untuk mengambil harga untanya yang dijualnya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau memerintahkannya untuk shalat dua rakaat. (HR. Bukhari Muslim )

Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia pernah masuk masjid, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya padanya, “Apakah kamu sudah shalat dua rakaat?” Dia menjawab, “Belum.” Beliau bersabda, “Bangunlah, laksanakan dua rakaat!”

Maka berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas, seluruh ulama sepakat tentang disyariatkannya shalat tahiyatul masjid (Fathul Baari: 2/407). Bahkan sebagiannya -khususnya dari madzhab Dzahiriyah- berpendapat wajib dengan berpatokan pada dzahir hadits. Sedangkan jumhur ulama berpendapat sunnah, berdasarkan beberapa hadits lain yang memalingkannya kepada anjuran. Di antaranya, hadits tentang shalat lima waktu, maka ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah aku punya kewajiban selainnya?” Beliau menjawab, “Tidak, kecuali bila engkau mengerjakan yang sunnah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pengarang Shahih Fiqih Sunnah menguatkan pendapat jumhur dengan menyebutkan hadits Waqid al-Laitsi, “Bahwasanya tatkala Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sedang duduk di dalam masjid bersama jamaah, tiba-tiba datangnya tiga orang. Dua orang mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan yang satunya pergi. Kemudian keduanya berdiri di hadapan beliau. Adapun salah seorang dari keduanya melihat celah di majlis itu, maka ia duduk di tempat yang kosong itu. Sedangkan yang lainnya duduk di belakang mereka.

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selesai dari majlisnya, beliau bersabda: “Maukah aku kabarkan tentang tiga orang tadi? Adapun seorang dari mereka, ia datang menemui Allah maka Allah datang menemuinya. Adapun yang seorang tadi, ia malu maka Allah malu kepadanya. Adapun yang seorang lagi, ia berpaling maka Allah berpaling darinya.” (Al-Bukhari)

Menurut Syaikh Abu Malik Kamal, kedua orang tersebut langsung duduk dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak memerintahkannya untuk shalat dua rakaat. Wallahu a’lam.

Pengertian Shalat Dluha

Shalat Dluha

Shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu matahari terbit kemudian naik kira-kira sepenggalah sampai matahari agak tinggi dan agak panas (kira-kira pukul 07.00-11.00). Jumlah rakaatnya dua atau lebih, maksimal delapan rakaat.

Untuk yang dua rakaat disandarkan pada hadis Abu Hurairah:

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ بِصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

“Rasulullah saw. menganjurkan kepadaku tiga perkara, puasa tiga hari tiap bulan, dua raka’at dhuha dan agar aku mengerjakan witir sebelum tidur”.[1]

Untuk yang empat rakaat disandarkan pada hadis dari Mu’adzah:

أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي صَلَاةَ الضُّحَى قَالَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ

“Bahwasanya ia pernah bertnya kepada ‘Aisyah:Berapa raka’at Rasulullah mengerjakan shalat Dhuha?” Ia menjawab:”Empat raka’at dan adakalanya menambah sesukanya”.[2]

Untuk yang delapan rakaat disandarkan pada hadis dari Umi Hani putri Abi Thalib:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

“Bahwa Rasulullah saw. pada hari penaklukan kota Makkah mengerjakan shalat Dhuha delapan raka’at dengan salam tiap dua raka’at”.[3]

[1] HR.Bukhari (AlShaum: 1845), Muslim (Shalat alMusafirîn wa Qashruha: 1182), Ahmad (Baqi Musnad AlAnshari: 9949) dan Ad Darimi (AlShaum: 1681) Lafadz milik Muslim.

[2] HR. Muslim (Shalât al-Musafirîn wa Qashruha: 1175), Ibnu majjah (Iqamat Al-Shalât wa Sunnati Fîha: 1371), dan Ahmad dalam (Baqi Musnad al-Anshari: 23497, 23742, 23970, 24182)

[3] HR. Abu Dawud (Al-Shalât:1098) dan Ibnu Majjah:1313.

Pengertian Shalat Sunnah Wudlu

Shalat Sunnah Wudlu

Shalat sunnah wudlu adalah sunnah yang ditunaikan setelah melakukan wudlu dan membaca doa selesai wudlu kemudian dilanjutkan dengan shalat sunnah dua rakaat.

Pelakasanaan shalat sunnah wudlu ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw.:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

Bahwa Nabi Saw bertanya kepada Bilal pada waktu shalat Shubuh, wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal apakah yang kau lakukan dalam Islam, sehingga saya telah mendengar detak suara sandalmu di surga? Bilal menjawab, sesungguhnya tidak ada amal baik yang saya kerjakan kecuali setiap berwudlu malam atau siang, saya shalat (sunnah) dengan wudlu untuk shalat yang diwajibkan bagiku.

Shalat Istikharah : Pengertian, Bacaan dan Doa Sholat Istikarah

Pengertian Shalat Istiharah

Shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan untuk mengambil keputusan dalam rangka memilih pilihan yang masih dalam keraguan.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus kita putuskan, tetapi dalam keadaan ragu, mana yang terbaik, untuk mendapatkan kemantapan dalam memutuskan pilihan tersebut kita disunnahkan shalat istikharah dua rakaat untuk meminta ketetapan pilihan terbaik kepada Allah SWT.

Setelah shalat dua rakaat tersebut hendaklah membaca tahmid dan shalawat kepada Nabi saw. dan selanjutnya berdoa, sebagaimana hadis dari Jabir ‘Abdullah berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ .… قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ
“Bahwa Rasulullah saw. mengajarkan kepada kami beristikharah dalam segala hal sebagaimana ia mengajarkan pada kami akan surat dari al-Qur’an. Ia mengatakan: “Apabila ada kepentingan bagimu untuk melakukan sesuatu, hendaklah kerjakan shalat dua raka’at di luar shalat fardhu, kemudian membaca (do’a) …… belian bersabda; “lalu sebutkan kepentingan atau permohonannya”.

Doa Shalat Istikharah

Adapun doanya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي
“Ya Allah, arahkanlah diriku kepada yang baik dengan ilmu-Mu, dan berilah aku kemampuan dengan kekuasaan-Mu, dan aku selalu mengharapkan anugerah-Mu yang melimpah, sesungguhnya Engkau Yang Maha Kuasa, dan aku tidak kuasa sedikitpun, dan Engkau Yang Maha Mengetahui, dan aku tidak tahu sedikitpun. Dan Engkaulah Yang maha Mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jika hal ini baik bagiku, bagi agama, dunia penghidupan dan kesudahan urusanku, maka mohon Engkau tetapkan kebaikan dan kemudahan bagiku, kemudian limpahkanlah berkah bagiku. Jika hal ini jelek bagiku, bagi agama, dunia, penghidupan dan kesudahan urusanku, mohon Engkau jauhkan ia dari padaku dan jauhkan aku dari padanya dan limpahkanlah kepadaku keutamaan juga adanya, kemudian jadikanlah aku orang yang rela dengan pemberian itu”. (lalu sebutkan kepentingan/permohonannya).

Qiyamul Lail (Shalat Tahajud/Tarawih dan Witir) : Tata Cara, Bacaan dan Doa

Qiyamul Lail

Qiyamul Lail artinya Bangun malam yaitu untuk menunaikan shalat malam merupakan satu-satunya shalat sunnah yang diperintahkan langsung dari al-Qur’an dan merupakan shalat yang terbaik sesudah shalat wajib.

Shalat malam disebut shalat tahajud, karena sebelumnya didahului dengan tidur. Disebut Tarawih karena ditunaikan pada malam bulan Ramadhan dan disebut witir karena jumlah rakaatnya ganjil, kesemuanya dilakukan pada malam hari. Dasarnya sebagai berikut:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai tambahan ibadah bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra’/17: 79).

Keutamaan Shalat Tahajud

Adapun keutamaanya digambarkan dalam hadis yang diriwayatkan Thobrani dan Abu Darda’ berikut ini:

ثلاثة يحبهم الله ويضحك إليهم ويستبشر بهم الذى إذا انكشفت فئة قاتل وراءها بنفسه لله فإما أن يقتل وإما أن ينصره الله ويكفيه فيقول انظروا إلى عبدى هذا كيف صبر لى بنفسه والذى له امرأة حسنة وفراش لين حسن فيقوم من الليل فيقول يذر شهوته فيذكرنى ولو شاء رقد والذى إذا كان فى سفر وكان معه ركب فسهروا ثم هجعوا فقام من السحر فى سراء وضراء
“Tiga golongan manusia yang dicintai oleh Allah serta disambut dengan tertawa dan gembira, yaitu: (1) Seseorang yang dalam peperangan dan ketika barisan di depannya telah kocar-kacir, ia terus maju mempertahankan jiwanya semata-mata untuk Allah, baik ia terbunuh atau dimenangkan oleh Allah SWT. Allah berfirma: “Lihatlah hamba-Ku, betapa ia bersabar mempertaruhkan jiwanya untuk-Ku.” (2) Seseorang yang mempunyai istri yang cantik serta tempat tidur yang lunak, lalu ia bangun bershalat malam. Allah berfirman pula: “orang itu meninggalkan syahwatnya semata-mata untuk berdzikir kepada-Ku, padahal andaikata ia suka, dapat saja meneruskan tidurnya, (3) Seseorang dalam berpergian bersama orang banyak di saat malam tiba dan orang-orang itu berjagan kemudian tidur semuanya, ia pun bangun di waktu sahar, baik dalam keadaan susah atau menang.”

Adapun alasan shalat lail boleh dikerjakan secara berjama’ah disandarkan pada hadis dari Aisyah berikut:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَصَلَّى بِصَلاَتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنَ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ « قَدْ رَأَيْتُ الَّذِى صَنَعْتُمْ فَلَمْ يَمْنَعْنِى مِنَ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلاَّ أَنِّى خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ ».
Aisyah berkata, bahwa Nabi saw. pernah shalat di masjid, maka orang-orang ramai turut bersamanya. Ia shalat lagi pada malam kedua, kemudian orang-orang berkumpul pada malam ketiga, tetapi beliau tidak keluar dari rumah. Keesokan harinya beliau bersabda. “Saya tahu yang kalian lakukan tadi malam dan saya tak berhalangan apa-apa untuk keluar dari rumah, hanya saya khawatir kalau-kalau shalat itu difardlukan atasmu nanti.” (HR. Jama’ah)

Cara Mengerjakan shalat Tahajud/Tarawih/Witir

Berikut ini beberapa penjelasan tentang tata cara shalat tahajud atau tarawih:

1) Sebelum mengerjakan shalat malam (tahajud atau tarawih), sebaiknya didahului dengan shalat ringan dua rakaat (Khafifatain). Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah berikut:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنْ اللَّيْلِ فَلْيَفْتَتِحْ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
“Bahwa Rasulullah saw bersabda:”Jika seorang diantaramu shalat di waktu malam, maka hendaklah ia kerjakan pendahuluan dengan shalat dua raka’at singkat”.

Adapun caranya sebagai berikut:
a) Setelah takbirratul ihram pertama tidak membaca iftitah melainkan membaca do’a “Subhaanallaahi dzil malakuuti wal jabaruuti, wal kibriyaa’i wal ‘adzamahi” sebagaimana hadis riwayat Hudzaifah bin al-Yaman:

أتيت النبي صلى الله عليه وسلم ذات ليلة ، فتوضأ وقام يصلي ، فأتيته ، فقمت عن يساره ، فأقامني عن يمينه ، فكبر ، فقال : « سُبْحَانَ اللهِ ذِي اْلمَلَكُوْتِ ، وَاْلجَبَرُوْتِ ، وَاْلكِبْرَيَاءِ ، وَاْلعَظْمَةِ »
“Aku pernah mendatangi Nabi saw., pada suatu malam, beliau mengambil wudhu kemudian shalat, aku menghampiri di sebelah kirinya, lalu aku ditempatkan disebelah kanannya. Lalu bertakbir dan membaca: “Subhaanallaahi dzil malakuuti wal jabaruut, wal kibriyaa’i wal ‘adzamah”.
b) Lalu membaca al-Fatihah
c) Pada rakaat kedua hanya membaca al-Fatihah
d) Untuk bacaan lainnya sama seperti shalat pada umumnya.

2) Setelah itu baru mengerjakan shalat tahajud/tarawih sebanyak 11 rakaat.
Adapun formasi shalatnya boleh berbeda-beda sebagai berikut:
a) Shalat 4 raka’at, 4 raka’at, lalu witir 3 raka’at (4-4-3)
Berdasarkan hadits dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman:

أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا فَقَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي
“Bahwa ia pernah bertanya kepada ‘Aisyah tentang shalat (malam) Rasulullah saw dalam bulan Ramadhan, Aisyah menjelaskan;”Pada bulan ramadhan maupun pada bulan lainnya Rasulullah tidak pernah mengerjakan lebih dari sebelas raka’at. Beliau kerjakan empat raka’at, jangan engkau tanyakan eloknya dan lamanya. Kemudian beliau kerjakan lagi empat raka’at. Jangan engkau tanyakan lamanya. Lalu beliau kerjakan tiga raka’at”. Kemudian ‘Aisyah berkata, aku bertanya,”ya Rasulullah, apakah engkau tidur terlebih dahulu sebelum melaksanakan witir (shalat lail ?”. Rasulullah menjawab,”wahai ‘Aisyah sesungguhnya kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidak tidur”.
b) Shalat 2 raka’at, 2 raka’at, 2 raka’at, 2 raka’at, lalu witir 3 raka’at (2-2-2-2-3)
Berdasar pada hadis dari Ibnu ‘Umar:

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى
“Bahwa seorang lelaki bangkit berdiri lalu bertanya; “bagimana cara shalat malam wahai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Shalat malam itu dua raka’at dua raka’at. Jika engkau terkejar shubuh, hendaklah engkau kerjakan witir satu raka’at saja (untuk mengganjilkan shalat-shalat yang telah dikerjakan)”.
c) Sahalat 2 raka’at, 2 raka’at, 2 raka’at, 2 raka’at, 2 raka’ lalu witir 1 raka’at (2-2-2-2-2-1)
Berdasar hadis dari Zaed bin Khalid al Juhani:

أَنَّهُ قَالَ لَأَرْمُقَنَّ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّيْلَةَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ أَوْتَرَ فَذَلِكَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً
“Benar-benar aku mengamati shalat Rasulullah malam itu. Lalu (aku lihat) dia shalat dua raka’at singkat-singkat (shalat iftitah) kemudian dua raka’at panjang-panjang, kemudian ia shalat dua raka’at kurang panjang dari yang sebelumnya lalu shalat dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, kemudian ia shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, lalu shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi panjangnya dari yang sebelumnya, kemudian ia shalat witir (satu raka’at). Maka jadilah seluruhnya tiga belas raka’at”.
d) Shalat 8 raka’at dengan tidak duduk kecuali pada raka’at yang kedelapan, 2 raka’at lalu 1 raka’at (8-2-1)
Berdasarkan hadits t riwayat Qatadah:

قَالَ يُصَلِّي ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ لَا يَجْلِسُ فِيهِنَّ إِلَّا عِنْدَ الثَّامِنَةِ فَيَجْلِسُ فَيَذْكُرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ يَدْعُو ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيمًا يُسْمِعُنَا ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ بَعْدَمَا يُسَلِّمُ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَةً فَتِلْكَ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يَا بُنَيَّ
“Nabi shalat delapan rakaat dengan tidak duduk (tahiyyat) kecuali pada raka’at yang kedelapan. Dalam duduk itu membaca dzikir dan do’a kemudian membaca salam dengan salam yang terdengar sampai kepada kami; lalu salat dua raka’at sambil duduk, setelah beliau membaca salam kemudian beliau shalat lagi satu raka’at. Itulah sebelas raka’at semuanya, hai anakku.”
e) Shalat 8 raka’at dengan tidak duduk kecuali pada raka’at yang kedelapan, lalu 3 raka’at (8-3)
Berdasarkan hadis riwayat ‘Abdullah bin Abu Qais:

قُلْتُ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بِكَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ ؟ قَالَتْ كَانَ يُوتِرُ بِأَرْبَعٍ وَثَلَاثٍ وَسِتٍّ وَثَلَاثٍ وَثَمَانٍ وَثَلَاثٍ وَعَشْرٍ وَثَلَاثٍ وَلَمْ يَكُنْ يُوتِرُ بِأَنْقَصَ مِنْ سَبْعٍ وَلَا بِأَكْثَرَ مِنْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ
“Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah, “Berapa raka’at Rasulullah saw. shalat witir?. Ia menjawab, “Beliau kerjakan witir empat lalu tiga, atau enam lalu tiga, atau delapan lalu tiga, atau sepuluh lalu tiga. Beliau tidak pernah witir kurang dari tujuh raka’at dan tidak pernah lebih dari tiga belas raka’at”.
f) Shalat 9 raka’at, tidak duduk tahiyyat kecuali pada rakaa’at ke 8 dan 9, lalu 2 raka’at (9-2)
Berdasarkan hadis riwayat Zurrah bin Aufa’:

أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا سُئِلَتْ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ فَقَالَتْ كَانَ يُصَلِّي الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى أَهْلِهِ فَيَرْكَعُ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يَأْوِي إِلَى فِرَاشِهِ وَيَنَامُ وَطَهُورُهُ مُغَطًّى عِنْدَ رَأْسِهِ وَسِوَاكُهُ مَوْضُوعٌ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ سَاعَتَهُ الَّتِي يَبْعَثُهُ مِنْ اللَّيْلِ فَيَتَسَوَّكُ وَيُسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُومُ إِلَى مُصَلَّاهُ فَيُصَلِّي ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ يَقْرَأُ فِيهِنَّ بِأُمِّ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ وَمَا شَاءَ اللَّهُ وَلَا يَقْعُدُ فِي شَيْءٍ مِنْهَا حَتَّى يَقْعُدَ فِي الثَّامِنَةِ وَلَا يُسَلِّمُ وَيَقْرَأُ فِي التَّاسِعَةِ ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَدْعُو بِمَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدْعُوَهُ وَيَسْأَلَهُ وَيَرْغَبَ إِلَيْهِ وَيُسَلِّمُ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً شَدِيدَةً يَكَادُ يُوقِظُ أَهْلَ الْبَيْتِ مِنْ شِدَّةِ تَسْلِيمِهِ ثُمَّ يَقْرَأُ وَهُوَ قَاعِدٌ بِأُمِّ الْكِتَابِ وَيَرْكَعُ وَهُوَ قَاعِدٌ ثُمَّ يَقْرَأُ الثَّانِيَةَ فَيَرْكَعُ وَيَسْجُدُ وَهُوَ قَاعِدٌ ثُمَّ يَدْعُو مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدْعُوَ ثُمَّ يُسَلِّمُ وَيَنْصَرِفُ فَلَمْ تَزَلْ تِلْكَ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَّنَ فَنَقَّصَ مِنْ التِّسْعِ ثِنْتَيْنِ فَجَعَلَهَا إِلَى السِّتِّ وَالسَّبْعِ وَرَكْعَتَيْهِ وَهُوَ قَاعِدٌ حَتَّى قُبِضَ عَلَى ذَلِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Aisyah pernah ditanya tentang shalat Rasulullah saw. di tengah malam, lalu ia mengatakan, “Beliau kerjakan shalat Isya’ dengan berjama’ah. Kemudian beliau kembali kepada keluarganya, lalu shalat empat raka’at. Kemudian beliau pergi keperaduannya, lalu tidur –diarah kepalanya terletak tempat air wudlu yang ditutupi dan sikat gigi- sampai beliau dibangunkan Allah. Saat dibangunkan pada tengah malam itu, beliau lalu menggosok giginya dan berwudlu dengan sempurna kemudian pergi ke tempat shalat, lalu beliau shalat delapan raka’at. Dalam raka’at-raka’at itu membaca fatihah dan surat al Qur’an serta ayat–ayat lainnya. Beliau tidak duduk (untuk tahiyyat awwal) selama itu kecuali pada raka’at kedelapan dan menutupnya dengan salam. Pada raka’at yang kesembilan beliau membaca seperti sebelumnya lalu duduk tahiyyat akhir membaca doa dengan macam-macam do’a, dan mohon kepada Allah serta menyatakan keinginannya, kemudian beliau membaca salam sekali dengan suara keras yang hampir membangunkan isi rumah kartena nyaringnya. Kemudian beliau shalat sambil duduk dengan membaca fatihah dan ruku’ sambil duduk. Lalu beliau kerjakan raka’at kedua serta ruku’ dan sujud sambil duduk. Kemudian membaca do’a sepuas hati. Dan akhirnya menutup dengan salam dan lalu bangkit pergi. Demikianlah selalu shalat Rasulullah sampai akhirnya bertambah berat badannya, maka lalu yang sembilan raka’at itu dikurangi dua sehingga menjadi enam dan tujuh ditambah dua raka’at yang dikerjakan sambil dukduk. Demikinlah dikerjakan sampai Nabi wafat”.
g) Shalat 10 rakaat witir 1 rakaat (10-1)
Berdasarkan pada hadis dari Qasim bin Muhammad:

سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنَ اللَّيْلِ عَشَرَ رَكَعَاتٍ وَيُوتِرُ بِسَجْدَةٍ
Saya mendengar dari ‘Aisyah ra. berkata: “Rasulullah saw. shalat malam sebanyak sepuluh rakaat dan witir satu rakaat. (HR. Muslim)
Dalam kondisi-kondisi tertentu Shalat Lail (Tahajjud/Qiyamul Lail/Taraweh/Shalat Witir boleh dikerjakan kurang dari 11 raka’at, sebagai berikut:
h) Shalat 7 raka’at: dikerjakan terus-menerus dengan hanya duduk tasyahud pada raka’at ke-6 dan ke-7
Berdasarkan hadits Sa’ad bin Hisyam:

فَلَمَّا أَسَنَّ وَأَخَذَ اللَّحْمَ أَوْتَرَ بِسَبْعِ رَكَعَاتٍ لَمْ يَجْلِسْ إِلَّا فِي السَّادِسَةِ وَالسَّابِعَةِ وَلَمْ يُسَلِّمْ إِلَّا فِي السَّابِعَةِ
“Maka setelah beliau bertambah berat badannya karena usia lanjut, beliau kerjakan witir tujuh raka‘at dengan hanya duduk antara yang keenam dan ketujuh untuk hanya membaca salam pada raka’at yang ketujuh”.
i) Shalat 9 raka’at dengan duduk tasyahud pada raka’at ke-8 dan ke-9
Berdasarkan hadits riwayat Zurrah bin Aufa’:

أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا سُئِلَتْ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ فَقَالَتْ كَانَ يُصَلِّي الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى أَهْلِهِ فَيَرْكَعُ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يَأْوِي إِلَى فِرَاشِهِ وَيَنَامُ وَطَهُورُهُ مُغَطًّى عِنْدَ رَأْسِهِ وَسِوَاكُهُ مَوْضُوعٌ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ سَاعَتَهُ الَّتِي يَبْعَثُهُ مِنْ اللَّيْلِ فَيَتَسَوَّكُ وَيُسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُومُ إِلَى مُصَلَّاهُ فَيُصَلِّي ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ يَقْرَأُ فِيهِنَّ بِأُمِّ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ وَمَا شَاءَ اللَّهُ وَلَا يَقْعُدُ فِي شَيْءٍ مِنْهَا حَتَّى يَقْعُدَ فِي الثَّامِنَةِ وَلَا يُسَلِّمُ وَيَقْرَأُ فِي التَّاسِعَةِ ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَدْعُو بِمَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدْعُوَهُ وَيَسْأَلَهُ وَيَرْغَبَ إِلَيْهِ وَيُسَلِّمُ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً شَدِيدَةً يَكَادُ يُوقِظُ أَهْلَ الْبَيْتِ مِنْ شِدَّةِ تَسْلِيمِهِ
“Aisyah pernah ditanya tentang shalat Rasulullah saw. di tengah malam, lalu ia mengatakan,”Beliau kerjakan shalat Isya’ dengan berjama’ah. Kemudian beliau kembali kepada keluarganya, lalu shalat empat raka’at. Kemudian beliau pergi keperaduannya, lalu tidur –diarah kepalanya terletak tempat air wudlu yang ditutupi dan sikat gigi- sampai beliau dibangunkan Allah. Saat dibangunkan pada tengah malam itu, beliau lalu menggosok giginya dan berwudlu dengan sempurna kemudian pergi ke tempat shalat, lalu beliau shalat delapan raka’at. Dalam raka’at-raka’at itu membaca fatihah dan surat al-Qur’an serta ayat –ayat lainnya. Beliau tidak duduk (untuk tahiyyat awwal) selama itu kecuali pada raka’at kedelapan dan menutupnya dengan salam. Pada raka’at yang kesembilan beliau membaca seperti sebelumnya lalu duduk tahiyyat akhir membaca doa dengan macam-macam do’a, dan mohon kepada Allah serta menyatakan keinginannya, kemudian beliau membaca salam sekali dengan suara keras yang hampir membangunkan isi rumah kartena nyaringnya”.
3) Setelah selesai shalat tahajud lalu berdo’a:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
“Maha Suci Allah Yang Merajai dan Yang maha Suci”.
Dibaca sebanyak tiga kali, yang ketiga dibaca dengan suara yang nyaring. Kemudian diteruskan:

رَبُّ اْلمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ
“Yang Menguasai Malaikat dan Jibril”.
Berdasarkan hadits dari Ubay bin Ka’ab:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم « يوتر ب سبح اسم ربك الأعلى ، و قل يا أيها الكافرون ، و قل هو الله أحد » ، وإذا سلم قال : « سبحان الملك القدوس » ثلاث مرات ، ومد بالأخيرة صوته ، ويقول : « رب الملائكة والروح »
“Bahwa Rasulullah saw., dalam witirnya membaca Sabbihisma rabbikal a’laa, Qul yaa ayyuhal kaafiruun dan Qul huwallaahu ahad, dan apabila telah mengucapkan salam beliau membaca Subhaanal malikil qudduus 3x dengan memanjangkan suara pada bacaan yang terakhir, lalu membaca Rabbil malaaikati warruuh”.

Hadits dari ‘Abdurrahman bin Abza:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَإِذَا سَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَمُدُّ صَوْتَهُ فِي الثَّالِثَةِ ثُمَّ يَرْفَعُ
“Bahwa Rasulullah saw., dalam witirnya membaca Sabbihisma rabbikal a’laa dan Qul yaa ayyuhal kaafiruun dan Qul huwallaahu ahad, dan apabila telah mengucapkan salam beliau membaca Subhaanal malikil qudduus 3x dengan memanjangkan dan meninggikan suara pada bacaan yang ke tiga”.