Terkuak! Susunan Batu di Sidomulyo Ternyata Bukan Candi

tmp_25673-IMG_20160817_2325121659057091
Candi sengkan Baplang

Gambar diatas hanyalah pemanis saja ,hehehe…
Arkeolog Nyatakan, Batu Tersusun Rapi di Bukit Pajangan Adalah Situs Geologi

IMG-20160813-WA0037 batu-candi-purworejo2_20160817_145353 batu-candi-purworejo_20160817_145309

candi-pwj

Struktur Batu Tersusun di Desa Sidomulyo
PURWOREJO, GUNJAM  – Batu bersusun unik di lereng Bukit Pajangan Dusun Makemdowo Desa Sidomulyo Kecamatan/Kabupaten Purworejo dinyatakan bukan temuan arkeologi. Batuan itu diduga kuat adalah situs geologi yang terbentuk karena proses alam.

Arkeolog dan geolog Balai Arkeolog Yogyakarta dan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah melakukan pengamatan serta penelitian awal di Bukit Pajangan. “Kami melakukan langkah awal menindaklanjuti informasi dan laporan terkait temuan konfigurasi batu unik di Sidomulyo,” ujar Sugeng Riyanto, arkeolog Balai Arkeologi Yogyakarta usai penelitian, Rabu (17/08/2016).
Tim peneliti mengecek lokasi susunan batu tersebut. Geolog meneliti dan mengambil sampel batu jenis andesit. Sementara arkeolog mengamati bentuk batu dan mencari artefak yang bisa mendukung pendapat bahwa struktur itu adalah candi atau peninggalan purbakala.
Dalam penelusuran itu, para arkeolog tidak menemukan benda peninggalan budaya masyarakat masa lalu dari sekitar lokasi batuan. “Bahkan sampai ke bawah dan sungai di sekitar lokasi batu bersusun, melakukan penggalian kecil, ternyata tidak menemukan benda arkeologi,” tuturnya.
Geolog BPCB Prambanan Kartika mengatakan, berdasar pengamatan lapangan, susunan batu itu diduga struktur ‘columnar joint’ atau kekar kolom. Struktur itu merupakan bentukan alam sebagai dampak aktivitas vulkanik jutaan tahun lalu.

Geolog lain, Sofan Nurwidi mengemukakan, kekar kolom terbentuk dari aliran lava letusan gunung berapi yang mengalir ke permukaan tanah. Kemudian terjadi pendinginan dan proses itu berlangsung cepat sehingga terjadi retakan dan patahan.

“Biasanya terbentuk datar, namun di Bukit Pajangan arahnya mendaki, diduga karena aktivitas tektonik. Literatur yang kami pelajari diantaranya Bukit Menoreh itu memang terbentuk dari pengangkatan,” terangnya.
Fenomena serupa, lanjutnya, ada di Karangsambung Kebumen dan kawasan Gunung Padang Cianjur. “Tersingkapnya kekar kolom di Sidomulyo merupakan fenomena yang unik, menarik untuk dikaji pada ahli geologi,” ucapnya. (*).(agus gunjam).

HEBOH ! Telah Ditemukan Bangunan Mirip Candi Di Desa Sidomulyo

10628360_1047388881942289_2939757259781217887_n
Candi Sengkan Baplang [Agus Gunjam]
Gambar di atas hanya pemanis saja bro, berikut ini penampakan yang sebenarnya. cc to:  imam gendon, agus

7

1

4  2

PURWOREJO – Susunan batu menyerupai candi ditemukan di bekas lokasi longsor di Dusun Makamdowo, Sidomulyo, Purworejo. Belum diketahui pasti apakah benar sebagai bangunan bekas candi atau hanya susunan batu saja.

Lokasi susunan batu di hutan berbentuk perbukitan dengan kemiringan hampir 90 derajat itu berada di Hutan Pajangan. Konon di lokasi itu juga masih tersimpan arca berbentuk orang dari perunggu yang berada di sisi utara bukit.

Salah seorang warga, Slamet, 46, warga RT 2 RW 6 Desa Sidomulyo mengaku tidak bisa memastikan lokasi itu dulunya adalah candi. Setahunya, hanya susunan batu yang ada sejak dulu dan tertimbun tanah.

6 5

”Kalau dikatakan candi, saya tidak bisa memastikan. Tapi memang di lokasi itu dikenal warga sebagai tempat yang agak keramat,” kata Slamet kepada Radar Jogja, kemarin (14/8).

Sebagai perbukitan batu, di Bukit Pajangan selama ini memang tidak bisa ditanami tanaman keras. Hanya rerumputan dan tanaman kecil lain yang tumbuh. Oleh warga, di lokasi itu dijadikan tempat merumput untuk kebutuhan ternak mereka.

Slamet mengatakan, susunan batu itu ditemukan memanjang di sekitar bukit. Di sana juga ada arca yang berada sekitar 200 meter dari lokasi yang terlihat seperti candi di bagian utara. ”ulu memang pernah terlihat dan coba diambil, tapi tidak bisa,” jelasnya.

Sebelum ada bencana longsor beberapa waktu lalu, susunan batu tidak terlalu terlihat dan hanya warga sekitar yang mengetahui di lokasi itu ada susunan batu dengan ketinggian lebih dari 100 meter. Terlanjur biasa, warga tidak pernah berpikiran jika ada kemungkinan candi di tempat itu.

Pantauan Radar Jogja di lokasi, batuan yang terlihat memang berbeda dengan batu kali biasanya. Bentuk batu yang sebagian terlepas dari susunannya terlihat berbentuk kotak rapi. Khusus di batu yang masih tersusun, tidak terlalu tampak susunan dengan tegas. Hanya terlihat ada sekat-sekat seperti bekas tumpukan.

Kepala Desa Sidomulyo Marwoto juga belum berani memastikan jika di Bukit Pajangan itu merupakan bekas candi yang tertimbun. Namun pengalamannya bekerja di Museum Nasional Jakarta, ada perbedaan antara batu candi dengan batu sungai.

”Jelasnya masih perlu penelitian mendalam. Tapi sekilas melibat bentuk batu memang berbeda dengan batu sungai biasa,” katanya.

Dijelaskan Marwoto, munculnya kabar adanya peninggalan candi di desanya memang membuat beberapa pihak mendatangi lokasi. Salah satu pernyataan yang menonjol adalah ungkapan dari Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja Harsoyo yang kebetulan mahasiswanya tengah KKN di Purworejo.

3

”Memang tadi pagi (kemarin, Red) rektor UII ke lokasi dan memperkirakan jika melihat susunan batu yang ada merupakan candi. Namun memang masih butuh penelitian lebih lanjut,” tambahnya.

Dari penglihatan telanjang, lanjut Marwoto menirukan ungkapan rektor, andaikan benar susunan batu itu adalah candi, dipastikan usianya lebih tua daripada Candi Borobudur. ”Bahkan diperkirakan kalau Bukit Pajangan itu sebagai candi, luasannya lebih besar dari Candi Borobudur,” ungkapnya.

Marwoto menambahkan terkait informasi temuan susunan batu menyerupai candi di Dusun Makamdowo itu, pihaknya telah meminta perangkat desa untuk meningkatkan pengamanan. Karena akan banyak pengunjung yang datang ke lokasi.

”Susunan batunya tidak beraturan dan berbahaya. Lokasinya juga curam, perlu ada pengamanan di lokasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng) Gutomo menyatakan siap menindaklanjuti temuan terduga candi di Pajangan. Hanya, langkah awal yang ditempuh, BPCB lebih dulu akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Purworejo untuk membahas hal tersebut. ”Setidaknya kami akan tinjau dulu untuk mencari gambarannya seperti apa,” ungkapnya.

Jika di bawah areal bekas longsor itu memang potensial candi, bukan tidak mungkin BPCB menerjunkan tim untuk penggalian. Jika perlu bisa dilakukan ekskavasi. Namun, jika di lokasi hanya ada beberapa benda cagar budaya, tindak lanjut cukup ditangani Disbudpar. ”Yang jelas kami siap menindaklanjuti informasi tersebut,” ucap Gutomo.

Terpisah, Kasi Museum Kepurbakalaan dan Nilai Sejarah Tradisional Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Purworejo Eko Riyanto justru menyangsikan jika susunan batu itu adalah candi. Pihaknya mengaku sudah meninjau lokasi dan memang melihat bahwa batu yang ada merupakan bantuan jenis andesit yang biasanya digunakan untuk membuat arca atau candi. ”Dari beberapa pelatihan yang sudah pernah kami jalani, tidak unsur candi di lokasi itu,” kata Eko.

Selain itu, di sekitar lokasi dan radius beberapa kilometer dari Bukit Pajangan juga hingga saat ini belum pernah ditemukan adanya benda-benda purbakala sebagai bahan rujukan adanya peninggalan sejarah. ”Andaikan benar di situ dulunya ada candi, dipastikan ada temuan-temuan benda bersejarah seperti umpah, menhir dan sebagainya sebagai penanda. Tapi, kami belum pernah mendapatkan laporan terkait temuan-temuan itu,” ungkapnya. (Agus- gunjam/cc : radarjogja)